Hak Labuh > Tata Cara dan Persyaratan

Latar Belakang

Hak Labuh (Landing Right) Satelit adalah hak untuk menggunakan Satelit Asing yang diberikan oleh Menteri kepada Penyelenggara Telekomunikasi atau Lembaga Penyiaran. (Peraturan Menteri Kominfo No. 21 Tahun 2014 Tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio Untuk Dinas Satelit Dan Orbit Satelit, Pasal 1, ayat (23)).

Pemberlakuan Hak Labuh satelit asing di Indonesia dimulai sejak dikeluarkannya Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 13/P/M.KOMINFO/8/2005 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi yang Menggunakan Satelit, namun demikian para provider Indonesia (penyelenggara telekomunikasi atau lembaga penyiaran berlangganan) baru mulai mengajukan permohonan hak labuh pada tahun 2007.

Kewajiban hak labuh ini diperlukan antara lain agar satelit asing tersebut tidak menimbulkan interferensi frekuensi radio yang merugikan (harmful interference) terhadap jaringan Satelit Indonesia dan/atau terhadap Stasiun Radio terestrial Indonesia yang telah berizin baik existing maupun planning, serta sebagai salah satu alat tawar bagi administrasi Indonesia untuk memberikan kesempatan yang sama bagi para penyelenggara satelit Indonesia agar supaya dapat juga beroperasi di negara asal filingsatelit asing tersebut terdaftar dengan cara resiprokal.

Tata Cara Pemberian/Penerbitan Hak Labuh

Berdasarkan ketentuan PM No. 21 Tahun 2014, penyelenggara jaringan telekomunikasi dan atau penyelenggara penyiaran nasional dapat menggunakan satelit asing dengan syarat harus memenuhi ketentuan yang berlaku antara lain harus memiliki Hak Labuh (Landing Right) Satelit Asing.Hak Labuh (landing right) adalah hak yang diberikan oleh Direktur Jenderal atas nama Menteri kepada penyelenggara telekomunikasi atau lembaga penyiaran berlangganan dalam rangka bekerja sama dengan penyelenggara telekomunikasi asing.

Persyaratan Permohonan Hak Labuh:

  1. Surat permohonan yang ditujukan kepada Dirjen SDPPI;
  2. Formulir permohonan Hak Labuh (Landing Right) Satelit yang telah diisi lengkap; dan
  3. Salinan Izin Prinsip atau Izin Penyelenggaraan Telekomunikasi/Penyiaran yang masih berlaku minimal 4 (empat) bulan;
  4. Surat Pernyataan dari pemohon Hak Labuh (Landing Right) Satelit yang ditandatangani oleh pemohon dan bermaterai untuk mengatasi gangguan frekuensi radio setiap saat;
  5. Gambar konfigurasi rencana;
  6. Salinan NPWP perusahaan.

Permohonan Hak Labuh dapat disampaikan dan diambil melalui loket pelayanan terpadu SDPPI atau dikirim melalui posdengan alamat Gedung Menara Merdeka Lt. 11, Jl. Budi Kemuliaan 1 No. 2 Jakarta Pusat 10110. Adapun lamanya proses Hak Labuh berdasarkan SOP yaitu 21 (dua puluh satu) hari kerja.

Informasi Lainnya

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap kelengkapan persyaratan permohonan hak labuh:

  1. Jika memenuhi persyaratan akan diterbitkan dalam waktu 21 (dua puluh satu) hari kerja.
  2. Hak Labuh yang sudah ditanda tangan oleh Dirjen SDPPI atas nama Menteri Kominfo dapat diambil di Loket Pelayanan terpadu SDPPI dengan menyerahkan persyaratan yaitu copy KTP/SIM dan jika diwakilkan harus dengan surat kuasa bermaterai.
  3. Jika belum memenuhi persyaratan akan dikembalikan ke pemohon atau diinformasikan lebih lanjut melalui surat dari Direktur Penataan atau petugas dari Subdit Orbit Satelit yang akan menghubungi contact person dari pemohon via telepon atau email.
  4. Dalam hal pemohon ingin berkorespodensi tentang proses hak labuh dapat dilakukan melalui e-mail : sat-ins@postel.go.id.

Konsultasi dan Pengaduan Pelayanan

Untuk konsultasi dan pengaduan pelayanan Hak Labuh dapat menghubungi :

Email : sat-ins@postel.go.id

Loket Pelayanan Terpadu Ditjen SDPPI
Gedung Menara Merdeka Lt. 11
Jl. Budi Kemuliaan I No. 2 Jakarta 10110

Contoh Surat dan Formulir

Daftar Negara Asing Yang Telah Setuju Resiprokal Dengan Indonesia

  1. Amerika Serikat
  2. Belanda
  3. Belarusia
  4. China/Tiongkok
  5. Inggris
  6. Jepang
  1. Jerman
  2. Luxemburg
  3. Malaysia
  4. Papua Nugini
  5. Rusia
  6. Singapura
  1. Thailand
  2. Tonga
  3. Uni Emirat Arab
  4. Laos
  5. Perancis

Siaran Pers

Siaran Pers No. 218/HM/KOMINFO/11/2017
07-11-2017

Siaran Pers No. 218/HM/KOMINFO/11/2017 Tanggal 7 November 2017 Tentang K…

Siaran Pers No. 217/HM/KOMINFO/11/2017
07-11-2017

Konsultasi Publik mengenai RPM Ketentuan Operasional dan Tata Cara Perizina…

Siaran Pers No. 182/HM/KOMINFO/09/2017
02-10-2017

Pembukaan Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 2.1 Ghz dan Pita Frekuensi …

Seputar SDPPI

Konsultasi Publik dan Workshop Manajemen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika
19-11-2017

Kendari (SDPPI) - Direktorat Operasi Sumber Daya, Ditjen SDPPI pada Kamis (16/11)...

Tekan Gangguan Frekuensi Penerbangan, UPT Merauke Tertibkan Radio Nelayan
17-11-2017

Merauke (SDPPI) - Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Merauke, yang merupakan...

SDPPI Sapa Warga Yogyakarta Melalui Pameran di Malioboro
16-11-2017

Yogyakarta (SDPPI) - Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika hadir...

Sorotan Media

Logo Kemkominfo

Beranda | Portal Kominfo | Surel | Hubungi Kami | Peta Situs | Switch to English

© 2017 Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika