Pengelola Arsip 37 UPT Ditjen SDPPI Tingkatkan Skill Lewat Bimtek di Bali

07-09-2017

Direktur SDM Kearsipan dan Sertifikasi ANRI, Muhammad Sumitro saat menjadi pembicara pada Bimtek Kearsipan (7/9). Kegiatan tersebut diikuti oleh pengelola Arsip dari Kantor pusat dan 37 UPT Ditjen SDPPI.

Bali (SDPPI) - Para pegawai pengelola arsip dari kantor pusat dan 37 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen SDPPI antusias mengikuti Bimbingan Teknis Kearsipan di Bali guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang pengelolaan kearsipan.

Pengelolaan kearsipan menjadi hal krusial di Ditjen SDPPI karena direktorat jenderal ini merupakan satuan kerja terbesar di Kementerian Komunikasi dan Informatika sehingga kearsipannya yang berintensitas tinggi harus dikelola dengan baik dan dibutuhkan komitmen semua pihak dalam pengelolaannya.

Kegiatan bimtek yang dibuka oleh Sekditjen SDPPI Sadjan pada Rabu malam (6/9) menghadirkan para narasumber berkompeten bidang kearsipan di antaranya dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) serta dari Biro Kepegawaian dan Organisasi dan Biro Umum Kemkominfo.

Direktur SDM Kearsipan dan Sertifikasi ANRI, Muhammad Sumitro, mengatakan bahwa sekarang telah terjadi pergeseran paradigma, dimana arsip yang dulu dipandang hanya sekadar penyimpanan kini sudah dijadikan sebagai sumber informasi guna meningkatkan kualitas pelayanan.

Pengelolaan arsip yang baik tentunya juga harus diimbangi dengan kemampuan SDM arsip, yang dikenal dengan istilah arsiparis, yang baik pula. Namun sayangnya, kata Sumitro, pejabat fungsional arsiparis sekarang ini jumlahnya jauh dari yang dibutuhkan.

“Arsiparis yang dibutuhkan secara nasional berjumlah 143.000 orang, sedangkan yang tersedia saat ini hanya sekitar 3.241 orang,” katanya.

Berkurangnya jumlah arsiparis nasional itu, jelas Sumitro, antara lain karena sebagian sudah pensiun, mengundurkan diri, atau pindah jabatan. Sementara penyebaran arsiparis yang ditempatkan pada unit kerja tidak sesuai dengan kompetensinya dan masih ada PNS yang sudah mengikuti diklat tapi belum diangkat dalam Jabatan Fungsional Arsiparis (JFA).

ANRI, kata Sumitro, terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan arsiparis dengan melakukan beberapa hal, antara lain inpassing untuk tingkat terampil, diklat pengangkatan arsiparis, inpassing ahli jabatan, kenaikan tunjangan jabatan arsiparis, menjalin kerja sama dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dan memperjuangkan tunjangan profesi dan jaminan kesehatan serta penyempurnaan regulasi yang berkaitan dengan kearsipan.

(Sumber/Foto : gat/mks)

Siaran Pers

SIARAN PERS NO.157/HM/KOMINFO/09/2017
13-09-2017

Pelantikan Pejabat Eselon II di Kementerian Kominfo

SIARAN PERS NO. 145/HM/KOMINFO/08/2017
30-08-2017

Kesinambungan Layanan Telekomunikasi yang Memanfaatkan Satelit Telkom-1

SIARAN PERS NO. 123/HM/KOMINFO/08/2017
15-08-2017

Sambut HUT RI Ke-72, Menkominfo Luncurkan Sistem Ticketing Aduan Konten

Seputar SDPPI

SDPPI Maksimalkan Pameran Manado untuk Sosialisasi Frekuensi
22-09-2017

Manado (SDPPI) - Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen...

Penguatan Laboratorium BBPPT Menuju Perangkat Hasil Uji Lebih Berkualitas
20-09-2017

Jakarta (SDPPI) - Kepala Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi (BBPPT), Kementerian...

PPNS SDPPI Terima Penghargaan Polri
20-09-2017

Jakarta (SDPPI) - Penyidik Pegawai Negeri Sipil Direktorat Jenderal Sumber Daya dan...

Sorotan Media

Logo Kemkominfo

Beranda | Portal Kominfo | Surel | Hubungi Kami | Peta Situs | Switch to English

© 2017 Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika