Rudiantara sambangi pabrik ponsel Advan di Semarang

20-02-2018

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bersama jajaran dari Direktorat Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) pada Minggu (18/2) mengunjungi pabrik PT Bangga Teknologi Indonesia, prinsipal ponsel merek Advan, yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah

Semarang (SDPPI) - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bersama jajaran dari Direktorat Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) pada Minggu (18/2) mengunjungi pabrik PT Bangga Teknologi Indonesia, prinsipal ponsel merek Advan, yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah.

Setelah melihat mesin produksi, Rudiantara yang didampingi Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika Mochamad Hadiyana, Kepala Seksi Data dan Informasi Perangkat Pos, Telemunikasi dan Informatika Budhi Setianto, serta Kabalmon Spektrum Frekuensi Radio Semarang Joni Adrian pun bertemu dengan manajemen Advan.

Di depan Direktur Pemasaran Advan Tjandra Lianto yang ditemani Direktur Operasional Chandra Tansri, Rudiantara bukan hanya memberikan support dan apresiasi, tetapi juga menanyakan langsung mengenai kendala-kendala yang dihadapi produsen ponsel ini.

Pada intinya, kata Rudiantara, pemerintah menjamin melalui kebijakan yang memudahkan bukan menyulitkan. “Dalam dinamika yang luar biasa berubah cepat, yang terbaik belum tentu yang terbesar, tapi yang siap dan bisa mengantisipasi arah dinamika perubahan.”

“Harapan saya Advan sebagai salah satu produsen terkemuka di Indonesia juga senantiasa mampu menyiapkan produknya yang sesuai dengan perubahan permintaan pasar dan teknologi yang akan datang,” kata Rudiantara.

Teknologi yang ada pada ponsel terbaru, Advan G2, Rudiantara mengharapkan akan mengantar ponsel itu menguasai pasar lokal dan bahkan menembus pasar global.

Direktur Standardisasi Ditjen SDPPI Mochamad Hadiyana mengatakan bahwa terkait dengan kebijakan pemblokiran nomor IMEI terhadap ponsel ilegal, pemerintah akan terus meng-upgrade database.

Sementara Kasi Data dan Informasi Perangkat Pos, Telemunikasi dan Informatika Budhi Setianto mengatakan, laboratorium pengujian perangkat yang dibangun Bangga Teknologi Indonesia sudah memenuhi persyaratan yang ditetapkan dan tinggal menyesuaikan suhu ruangan sesuai ketentuan standardisasi Ditjen SDPPI.

Tjandra Lianto menambahkan bahwa perusahaannya menyambut baik dan mendukung kebijakan pengujian mandiri di pabrikan. Cara pengujian ini mampu memperpendek proses waktu pengujian. Pihaknya akan mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk memperlancar proses pengujian di pabrik Advan.

Sementara Chandra Tansri optimistis bahwa pengguna smartphone di Indonesia smart dalam memilih produk lokal yang tidak kalah ponsel sekelas buatan produsen luar negeri.

Rombongan Menkominfo dan Ditjen SDPPI juga berkesempatan melihat langsung ruang produksi hingga packaging (pengemasan) perangkat telekomunikasi di PT Bangga Teknologi Indonesia, perusahaan pembuat dan perakit perangkat telekomunikasi lokal, termasuk yang sudah berteknologi 4G LTE.

Sumber/Foto : Mukhsinun

Siaran Pers

114/HM/KOMINFO/05/2018
24-05-2018

Penjelasan Adanya Hoax Terkait Informasi Viral IMEI dan Cyber Crime Polri

65/HM/KOMINFO/02/2018
05-03-2018

Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Me…

SIARAN PERS NO. 51/HM/KOMINFO/02/2018
18-02-2018

Kecepatan Sertifikasi Smartphone Dorong Kecepatan Produk Baru Hadiri Masyar…

Seputar SDPPI

Cek ke Lapangan, Dirdal SDPPI Kunjungi Posko Lebaran Terpadu Makassar
13-06-2018

Makassar (SDPPI) - Plt Direktur Pengendalian Ditjen SDPPI, Kementerian Komunikasi dan...

SDPPI Kerahkan 35 UPT Pastikan Kelancaran Komunikasi Selama Libur Lebaran
08-06-2018

Bandung (SDPPI) - Mengerahkan 35 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di berbagai daerah di...

Sesditjen Tutup Pelatihan Manajemen Survival Batch III
08-06-2018

Jakarta (SDPPI) - Pelatihan Survival Management Batch III, yang diikuti 20 pejabat eselon...

Sorotan Media

Logo Kemkominfo

Beranda | Portal Kominfo | Surel | Hubungi Kami | Peta Situs | Switch to English

© 2018 Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika